Wawancara dengan Marc Marquez: Soal Konsistensi, Mental, dan Rossi

Sentul - Marc Marquez banyak berubah jika dibandingkan musim lalu. Dalam wawancara dengan detikSport, sang juara dunia mengaku dirinya jauh lebih tenang dan fokus pada konsistensi.

Sepekan setelah memastikan menjadi juara dunia MotoGP 2016, Marquez datang ke Indonesia. Dia berkunjung untuk menjumpai fansnya, dalam sebuah event meet and greet, yang digagas PT Astra Honda Motor, serta menjalani sesi pelatian singkat di Sirkuit Sentul, Jawa Barat.

DetikSport dapat kesempatan melakukan wawancara singkat dengan pebalap 23 tahun itu. Bersama harian Kompas, kami berbicara banyak hal menarik soal capaiannya di musim ini, hubungan dengan Valentino Rossi, dan masa depan gemilang yang menantinya.

Berikut hasil wawancaranya:

Tanya: Apa sih yang membuat musim ini beda dari tahun lalu?

Jawab: Tahun ini berbeda (dari musim lalu) karena saya sudah punya pengalaman satu tahun lebih banyak. Itu sangat penting karena bekerja sangat keras sedari awal dan perbedaan utamanya adalah tahun ini saya amat konsisten dan saya amat menikmati musim ini karena kami tampil dengan cara berbeda. Kami juga mencapai target kami.

Tanya: Orang bilang mentalitas kamu juga sangat berubah?

Jawab: Ya, saya merasa tahun lalu sudah membuat banyak kekeliruan sehingga saya tak bisa bersaing dalam kejuaraan. Tapi tahun ini saya sedikit berubah, saya jadi bisa lebih tenang menghadapi situasi tertentu dan finis pada setiap balapan (dalam memastikan titel sampai dengan di Motegi). Sangatlah penting untuk memiliki mentalitas itu dalam meraih titel.

Tanya: Apa kamu pikir Honda punya motor yang lebih bagus dari tim lain?

Jawab: Tidak. Saat ini kami memang punya motor yang kompetitif tapi di awal musim tidak. Saat itu kami selangkah di belakang yang lain karena kami harus mencari kompromi terbaik dengan perangkat elektronik yang baru. Kami juga amat kesulitan dengan ban. Tapi kemudian kami bangkit dan jadi semakin tangguh dalam setiap balapan.

Wawancara dengan Marc Marquez: Soal Konsistensi, Mental, dan RossiFoto: detikSport

Tanya: Marc, kamu sudah pernah beberapa kali crash. Apa pernah sampai kepikiran untuk menyerah dan berhenti balapan?

Jawab: Saya pantang menyerah. Saya selalu berusaha terus mem-push. Ketika Anda crash itu karena Anda sudah berpacu sampai batas dan kami senantiasa berusaha menemukan sampai mana batasnya. Terkadang batasan itu sulit untuk di-manage. Tapi yang terpenting musim ini kami tidak crash dalam balapan (ketika persaingan musim masih berjalan). Kami crash pekan lalu (saat sudah juara dunia) tapi pada pekan-pekan lain kami selalu bisa meraih poin.

Tanya: Hubungan kamu dengan Valentino (Rossi) sekarang bagaimana?

Jawab: Sudah jadi lebih baik. Sejak Mugello kami sudah bersalaman dan segalanya jadi lebih baik. Sekarang kami sekurang-kurangnya punya hubungan profesional, ada rasa saling hormat, dan ini penting.

Tanya: Setelah kamu memastikan gelar juara dunia tahun ini semua orang bilang kamu akan mematahkan semua rekor di MotoGP. Randy Mamola bahkan bilang kamu bakal mendominasi seperti Valentino Rossi dulu...

Jawab: (Senyum) Kita lihat saja nanti bagaimana. Saya tak mau memikirkannya karena saya ingin mempertahankan mentalitas dan dorongan yang sama pada setiap musimnya. Saat ini saya sudah punya lima titel, tiga di antaranya di MotoGP, yang sudah merupakan jumlah yang banyak. Itu bahkan sudah lebih baik daripada yang saya angan-angankan dulu semasa kecil. Jadi ini sudah terasa seperti impian jadi nyata, kami perlu terus menikmatinya, dan kita lihat saja nanti akhirnya bagaimana.

Tanya: Mungkin bisa sampai 10 gelar juara dunia?

Jawab: (Tertawa) 10 titel, lima gelar daripada yang sekarang, mungkin kebanyakan! Tapi Anda tak pernah bisa tahu apa yang akan terjadi nanti. Sekarang saya cuma ingin terus menikmatinya. Tahun ini saya sudah mencapai target dan akan memulai musim depan dengan mentalitas yang sama, berusaha untuk juara lagi, walaupun terkadang ada rider lain yang lebih baik dari Anda.

Tanya: Musim depan Jorge (Lorenzo) akan pindah ke Ducati dan (Maverick) Vinales bakal ke Yamaha. Persaingan musim depan bagaimana, siapa saja akan jadi rival?

Jawab: Musim depan akan menarik karena Lorenzo ke Ducati, Vinales ke Yamaha. Motor Suzuki juga bagus sekali. Sehingga akan jadi menarik untuk ditunggu; di mana level Ducati dengan Jorge, level Yamaha dengan Vinales, (Valentino) Rossi bakal tangguh. Kami akan terus berusaha memoles motor dan jadi lebih kencang lagi.

Tanya: Target kamu di dua balapan terakhir musim ini?

Jawab: Targetnya adalah menikmatinya, tapi juga bisa finis dalam balapan tersebut. Di Phillip Island saya sudah berusaha melakukannya tapi malah crash. Saya ingin menutup musim ini dengan cara terbaik.
(krs/din)



0 Response to "Wawancara dengan Marc Marquez: Soal Konsistensi, Mental, dan Rossi"

Posting Komentar